Selasa, 28 April 2026 – 15:38 WIB
Yogyakarta, VIVA – Memasuki usia 40 tahun ke atas, banyak individu mulai menyadari perubahan pada kemampuan penglihatan, terutama saat membaca atau melihat objek dalam jarak dekat. Kondisi ini dikenal sebagai presbiopia, yakni penurunan kemampuan mata untuk berakomodasi akibat proses penuaan alami.
Meski umum terjadi, masih banyak kesalahpahaman mengenai penyebab hingga solusi yang tepat untuk mengatasinya.
Berikut lima fakta penting tentang presbiopia yang perlu dipahami:
1. Proses Penuaan Alami
Presbiopia bukanlah penyakit, melainkan kondisi fisiologis yang terjadi seiring bertambahnya usia. Lensa mata menjadi kurang elastis sehingga sulit menyesuaikan fokus dari jarak jauh ke dekat.
2. Gejala Muncul Bertahap
Banyak orang awalnya hanya merasa perlu menjauhkan bacaan agar terlihat jelas. Namun, seiring waktu, keluhan dapat berkembang menjadi mata cepat lelah, sakit kepala, hingga kesulitan membaca dalam pencahayaan redup.
3. Tidak Bisa Dicegah, Tetapi Bisa Dikoreksi
Karena merupakan bagian dari penuaan, presbiopia tidak dapat dicegah. Namun, berbagai alat bantu penglihatan seperti kacamata baca, bifokal, hingga lensa progresif dapat membantu mengatasi gangguan ini.
4. Kebutuhan Penglihatan Setiap Orang Berbeda
Faktor pekerjaan dan gaya hidup sangat memengaruhi kebutuhan visual. Pekerja kantoran, misalnya, membutuhkan kenyamanan penglihatan jarak dekat dan menengah lebih dominan dibandingkan mereka yang lebih sering beraktivitas di luar ruangan.
5. Salah Kaprah Soal Kacamata Progresif
Sebagian orang menganggap kacamata progresif tidak nyaman karena menyebabkan pusing. Padahal, hal ini sering kali dipengaruhi oleh kualitas lensa, desain, serta ketepatan pengukuran yang kurang optimal.
Dalam praktiknya, kacamata progresif menjadi salah satu solusi modern yang banyak dipilih untuk mengatasi presbiopia. Lensa ini dirancang untuk menggabungkan beberapa fungsi penglihatan—jarak jauh, menengah, dan dekat—dalam satu lensa tanpa garis batas yang terlihat seperti pada bifokal.
Namun, tidak semua lensa progresif memiliki kualitas yang sama. Desain lensa yang kurang presisi dapat menyebabkan area pandang sempit dan transisi fokus yang terasa tidak nyaman. Sebaliknya, teknologi lensa yang lebih canggih mampu memberikan peralihan visual yang lebih halus serta bidang pandang yang lebih luas.
Halaman Selanjutnya
Kenyamanan penggunaan juga sangat bergantung pada proses pengukuran dan penyesuaian dengan kebutuhan individu.





