Nasional

Memanas! Iran Siap Perkaya Uranium hingga 90 Persen Jika Diserang Lagi oleh AS-Israel

×

Memanas! Iran Siap Perkaya Uranium hingga 90 Persen Jika Diserang Lagi oleh AS-Israel

Sebarkan artikel ini


Selasa, 12 Mei 2026 – 21:00 WIB

VIVA Iran kembali mengeluarkan peringatan untuk Amerika Serikat dan Israel. Dalam peringatan terbaru yang disampaikan juru bicara Komite Kebijakan Luar Negeri dan Keamanan Nasional Parelemen Iran, pihaknya akan mengambil langkah tegas dengan meningkatkan pengayaan uranium hingga 90 persen jika AS dan Israel kembali melancarkan serangan ke Tehran.


img_title


Israel Diam-Diam Kirim Baterai Iron Dome ke UEA di Tengah Perang Iran-AS, Apa Tujuannya?

“Kami akan meninjaunya di parlemen,” ujar, Ebrahim Rezaei, dalam unggahan di platform media sosial X milik perusahaan AS dikutip dari laman Anadolu Agency, Selasa 12 Mei 2026.

Pernyataan Rezaei muncul di tengah meningkatnya ketegangan kawasan sejak AS dan Israel meluncurkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut memicu balasan dari Teheran terhadap Israel, sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk, serta penutupan Selat Hormuz.


img_title


Tentara Israel Dipenjara Usai Nodai Patung Bunda Maria di Lebanon Selatan

Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan. Namun, perundingan yang berlangsung di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Gencatan senjata itu kemudian diperpanjang oleh Presiden AS Donald Trump tanpa batas waktu yang jelas.

Pada Minggu, Iran mengirimkan responsnya kepada Pakistan terkait proposal AS untuk mengakhiri perang. Namun, Trump menolak jawaban tersebut dan menyebutnya sebagai sesuatu yang sepenuhnya tidak dapat diterima.


img_title


Trump Akui Kirim Senjata ke Kelompok Oposisi Iran, Untuk Picu Kerusuhan dan Terorisme di Tehran

AS Sebut Gencatan Senjata dengan Iran Sudah Kritis

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyebut gencatan senjata dengan Iran  saat ini berada dalam kondisi ‘kritis’. Dia juga mengaku saat ini tengah mempertimbangkan untuk kembali mengerahkan pengawalan militer Angkatan Laut AS bagi kapal yang melintasi Selat Hormuz. Tujuannya kata dia untuk mengakhiri blokade Iran di Selat Hormuz tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden AS itu menyebut proposal perdamaian terbaru dari Iran sebagai seuatu yang bodoh. Dia juga menegaskan bahwa dirinya tak berada di bawah tekanan politik dalam negeri untuk segera mencapai kesepakatan.

“Saya akan menyebut situasinya sekarang sangat lemah, setelah membaca sampah yang mereka kirimkan kepada kami bahkan saya tidak menyelesaikan membacanya. Saya akan bilang gencatan senjata itu sekarang berada di alat bantu hidup tingkat kritis, seperti dokter yang masuk dan berkata ‘Tuan, orang yang Anda cintai hanya punya peluang hidup sekitar 1 persen.’,” kata dia dikutip dari laman The Guardian, Selasa 12 Mei 2026.

Halaman Selanjutnya

Pekan lalu, AS mengirim serangkaian syarat kepada Iran untuk meredakan konflik, sebagian besar terkait upaya mencegah Teheran memperluas program nuklirnya. Namun pada akhir pekan, Iran mengirim proposal balasan yang langsung ditolak Trump.

Halaman Selanjutnya





Source link