Tempoinvestigasi.com
Simalungun — Dugaan masuknya buah tandan segar (TBS) mentah dari pihak ketiga secara masif ke Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Dosin Regional-2 Kecamatan Hutabayuraja Kabupaten Simalungun kembali menjadi sorotan tajam.
Hasil investigasi tim jurnalis IndofaktaNews dilapangam.menyebutkan, buah sawit yang diduga belum memenuhi standar kematangan bebas masuk ke area pabrik dan tetap diproses, sehingga memicu perhatian dari berbagai pihak terkait pengawasan kualitas bahan baku di perusahaan tersebut.
Berdasarkan keterangan dari sumber internal terpercaya kendaraan pengangkut TBS dari pihak ketiga terlihat masuk ke area PKS dengan kondisi buah yang dinilai masih mentah.
Seharusnya, buah yang belum matang tersebut tidak diterima karena dapat mempengaruhi kualitas produksi minyak sawit mentah (CPO) yang dihasilkan serta berdampak terhadap efisiensi pengolahan.
Kondisi tersebut dinilai dapat menyebabkan kerugian besar bagi perusahaan. Pasalnya, buah mentah memiliki kandungan minyak yang lebih rendah dibandingkan buah matang.
Selain itu, masuknya buah mentah juga berpotensi menurunkan kualitas produksi secara keseluruhan dan merusak mesin PKS , yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil dan pendapatan perusahaan.
Sejumlah pihak juga menduga adanya permainan atau kongkalikong antara oknum tertentu di internal PKS Dosin, khususnya pada bagian sortasi dan pengolahan.

Dugaan tersebut mencuat karena buah mentah yang seharusnya ditolak justru bisa lolos dari proses sortasi dan tetap masuk ke tahap pengolahan.
“Kalau proses sortasi berjalan sesuai prosedur, seharusnya buah mentah tidak mungkin lolos. Ini yang menjadi pertanyaan, bagaimana buah mentah dari pihak ketiga bisa bebas masuk dan diproses,” ujar salah satu sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan.
Saat dikonfirmasi terkait dugaan tersebut, pihak manajemen PKS Dosin Regional-2 melalui Manager M. Erwin Nasution belum memberikan tanggapan.Upaya konfirmasi yang dilakukan hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan jawaban, sehingga menimbulkan kesan bungkam.
Elemen masyarakat dan sejumlah pihak berharap manajemen PTPN IV Regional-2 Unit Dosin segera memberikan klarifikasi serta melakukan evaluasi internal guna menjaga kualitas produksi dan mencegah potensi kerugian perusahaan di masa mendatang.**RS**







