Minggu, 3 Mei 2026 – 16:15 WIB
VIVA – Ratusan pemanah muda unjuk gigi di ajang MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 yang digelar di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah. Turnamen yang berlangsung sejak Kamis 30 April hingga 2 Mei 2026 ini menjadi panggung adu presisi bagi 562 peserta dari jenjang SD hingga SMP se-Jawa Tengah.
Diikuti oleh 120 SD/MI dan 17 SMP/MTs, kompetisi ini menghadirkan persaingan ketat demi membidik poin tertinggi dan mengunci gelar juara. Para peserta tampil di lima kategori, yakni Nasional U-10, U-13, U-15, serta PVC U-10 dan U-13, baik nomor individu maupun beregu.
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menegaskan ajang ini bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari proses pembinaan jangka panjang atlet usia dini.
“Ajang kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses pembinaan atlet usia dini. Kami ingin memastikan para atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara konsisten, sehingga aspek teknik, mental bertanding, dan rasa percaya diri mereka dapat tumbuh secara optimal. MilkLife Archery Challenge tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi para atlet muda untuk berkembang. Harapannya, dari turnamen ini dapat lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia,” ucap Yoppy.
Senada, Ketua Panitia Pelaksana, Vera Eka Wardani, menyebut penggunaan kategori umur “under” membuat partisipasi atlet usia dini semakin luas sekaligus memperkuat ekosistem panahan dari level grassroot.
“Pada seri ini kami telah menyesuaikan dengan peraturan PB Perpani yakni menggunakan kategori umur ‘Under’ sehingga lebih banyak atlet usia dini yang berpartisipasi. Harapannya agar semakin menumbuhkan kecintaan siswa pada olahraga panahan yang nantinya akan memperkuat keberlangsungan ekosistem olahraga panahan. Dengan demikian, ke depan dapat tercipta regenerasi atlet panahan yang berkualitas dan mampu berkontribusi bagi prestasi Indonesia, karena sudah ditempa dengan turnamen yang kompetitif seperti MilkLife Archery Challenge sejak dini,” terang Vera.
Memasuki babak final, tensi pertandingan langsung meningkat. Para finalis tampil fokus dan konsisten, di mana setiap anak panah menjadi penentu hasil akhir.
Halaman Selanjutnya
Di kategori PVC U-10 Putri, Anindhita Keysia Sukmawardhana tampil dominan usai mengalahkan Alesha Makaila Kheiran dengan skor telak 6-0 (78-64). Sementara di sektor putra, Louis Kafabillah Hasan memastikan emas setelah menaklukkan Ahmad Sholahuddin Yusuf Al Ayy 6-2 (100-93).






