Nasional

IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Sideways, Bursa Asia Bergerak Variatif & Wall Street Rebound

×

IHSG Dibuka Memerah Berpotensi Sideways, Bursa Asia Bergerak Variatif & Wall Street Rebound

Sebarkan artikel ini


Jumat, 19 Juni 2026 – 09:03 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka melemah 10 poin atau 0,18 persen di level 6.161 pada pembukaan perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.


img_title


IHSG Kembali Dibuka Memerah Serupa Wall Street, Bursa Asia-Pasifik Mayoritas Menguat

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi datar (sideways) cenderung menguat pada perdagangan hari ini.

“Kami memperkirakan IHSG hari ini sideways cenderung menguat,” kata Fanny dalam riset hariannya, Jumat, 19 Juni 2026.


img_title


Rupiah Melemah ke Rp 17.738 di Tengah Ancaman Tarif Impor Baru Trump ke Produk Manufaktur RI

Dia mengatakan, pergerakan saham di bursa Asia bervariatif pada perdagangan Kamis kemarin. Sementara harga minyak kembali melemah, setelah AS dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara yang membuka peluang berakhirnya konflik di Timur Tengah.


img_title


IHSG Dibuka Menguat 1,07 Persen Meski Dibayangi Koreksi, Bursa Asia Variatif dan Wall Street Melemah

Selain itu, pasar masih mencermati perkembangan implementasi kesepakatan tersebut, mengingat ketidakpastian geopolitik belum sepenuhnya mereda.

Kesepakatan itu memperpanjang gencatan senjata yang diumumkan pada April lalu selama 60 hari tambahan, untuk memberi ruang bagi kedua negara merundingkan perjanjian damai permanen.

Indeks Nikkei 225 Jepang melesat 1,65 persen, dan Topix menguat 1,37 persen. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak 2,25 persen, sedangkan Kosdaq terkoreksi 3,01 persen.

Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 1,59 persen, Taiex Taiwan naik 1,28 persen, dan ASX 200 Australia melemah 0,62 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Singapura bertambah 0,08 persen dan FTSE KLCI Malaysia bertambah 0,70 persen.

“Support IHSG berada di level 6.130-6.080 sementara resist IHSG di rentang 6.200-6.230,” ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street rebound pada perdagangan Kamis kemarin, setelah perdagangan sebelumnya tertekan oleh sinyal The Fed yang membuka peluang kenaikan suku bunga tahun ini. Penguatan dipimpin saham-saham teknologi dan semikonduktor.

Indeks Nasdaq Composite melesat 1,91 persen, S&P 500 melonjak 1,08 persen, dan Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,14 persen. Sementara itu, saham produsen chip menjadi pendorong utama rally pasar. Saham Intel melonjak 10,6 persen, setelah Presiden AS, Donald Trump mengumumkan bahwa Intel akan bermitra dengan Apple dalam pengembangan dan desain chip di AS.

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Melemah ke Rp 17.863 Jelang Pengumuman BI Rate dan Kesepakatan Damai Iran-AS

Hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.863 per dolar AS. Posisi itu melemah 101 poin atau 0,57 persen dari posisi sebelumnya dilevel Rp 17.762 per dolar AS

img_title

VIVA.co.id

18 Juni 2026





Source link