Nasional

Nasib Merek Mobil Lesu, Dominasi China, hingga Persaingan Sengit Mei 2026

×

Nasib Merek Mobil Lesu, Dominasi China, hingga Persaingan Sengit Mei 2026

Sebarkan artikel ini


Minggu, 14 Juni 2026 – 08:15 WIB

Jakarta, VIVA – Data penjualan mobil nasional periode Mei 2026 kembali menjadi sorotan pembaca VIVA Otomotif. Selain memperlihatkan pergeseran kekuatan pasar, laporan terbaru juga mengungkap merek yang masih kesulitan meningkatkan penjualan hingga persaingan sengit antar pabrikan asal China. Berikut tiga artikel terpopuler VIVA Otomotif:


img_title


4 Kesalahan Menggunakan Dongkrak Mobil yang Masih Sering Dilakukan

1. Penjualan Mobil Mei 2026: Nasib 5 Merek Ini Belum Berubah

Mobil listrik Neta V-II jadi taksi


img_title


Pabrikan Mobil China Bikin Ferrari Kebakaran Jenggot

Persaingan pasar otomotif Indonesia semakin ketat pada Mei 2026. Namun di tengah upaya berbagai produsen mendongkrak penjualan, ada sejumlah merek yang masih belum menunjukkan perubahan signifikan.

Kondisi ini mencerminkan tantangan besar yang dihadapi industri otomotif, mulai dari persaingan harga, peluncuran model baru, hingga perubahan preferensi konsumen. Jika situasi tidak berubah, posisi merek-merek tersebut berpotensi semakin tertekan pada paruh kedua tahun ini. Baca selengkapnya.


img_title


Ferrari Sampai Turun Gunung Gegara Nama Besarnya Dibawa-bawa Huawei

2. Daftar Merek Mobil Terlaris Mei 2026: China Makin Kuat

VIVA Otomotif: Booth Chery di GIIAS 2023

Peta persaingan pasar mobil Indonesia kembali berubah setelah merek-merek asal China mencatatkan performa yang semakin impresif pada Mei 2026. Beberapa pemain berhasil memperbesar pangsa pasar dan menempel ketat merek-merek Jepang yang selama ini mendominasi.

Tren ini menunjukkan bahwa konsumen mulai menerima teknologi elektrifikasi dan fitur modern yang ditawarkan pabrikan China. Persaingan pun diperkirakan akan semakin menarik seiring bertambahnya model baru yang masuk ke Indonesia. Baca selengkapnya.

3. Mobil China Saling Sikut di Mei 2026

Tidak hanya bersaing dengan merek Jepang dan Korea Selatan, pabrikan asal China kini juga harus menghadapi rival dari negara yang sama. Ketatnya kompetisi membuat setiap merek berlomba menghadirkan produk dan strategi harga yang agresif.

Persaingan internal ini menunjukkan pasar otomotif Indonesia semakin matang dan kompetitif. Merek yang mampu menawarkan kombinasi harga, teknologi, dan layanan purnajual terbaik berpeluang memenangkan hati konsumen. Baca selengkapnya.

Ilustrasi mobil parkir

Sering Menunggu di Mobil dengan AC Menyala? Segini BBM yang Terbuang

Menunggu seseorang di dalam mobil dengan mesin dan AC tetap menyala sudah menjadi kebiasaan banyak pengendara. Entah saat menjemput keluarga, menunggu teman.

img_title

VIVA.co.id

13 Juni 2026





Source link