Rabu, 6 Mei 2026 – 15:40 WIB
VIVA –Wakil Ketua Parlemen Iran, Ali Nikzad memberikan peringatan kepada Amerika Serikat bahwa negara tersebut akan gagal total dalam mencapai tujuannya terhadap Iran. Ia menilai bahwa AS kerap memicu konflik di berbagai belahan dunia demi kepentingan mereka sendiri.
Seperti tujuan AS menyerang Iran sejak akhir Februari lalu adalah untuk melumpuhkan program nuklir dan rudal balistik Iran yang dianggap ancaman keamanan bagi AS dan sekutunya di Timur Tengah
“Amerika, melalui perang, sanksi, tekanan media, dan campur tangan dalam urusan dalam negeri negara lain, berupaya mengamankan kepentingannya. Namun mereka harus tahu bahwa mimpi mereka di Iran tidak akan pernah terwujud,” kata dia dalam sebuah pertemuan publik di Arak Selasa malam waktu setempat dikutip dari laman presstv.ir, Rabu 6 Mei 2026.
Menurut Nikzad, Washington sebelumnya berharap Iran akan menyerah di bawah tekanan. Namun rakyat Iran, kata dia dengan mengandalkan budaya perlawanan dan ajaran agama, memilih untuk tetap berdiri teguh.
Ia juga mengkritik standar ganda dalam menanggapi perang agresi Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Menurutnya, kejahatan yang dilakukan Amerika Serikat dan sejumlah sekutunya, termasuk serangan terhadap pusat-pusat sipil dan sekolah, tidak mendapat kecaman. Sementara setiap tindakan pembelaan dari Republik Islam Iran justru langsung menuai reaksi dan kecaman.
Nikzad menyebut Amerika Serikat berperang demi keuntungan.
”Tujuan Washington antara lain meningkatkan penjualan senjata, memasok kedua pihak yang berkonflik, serta mengeksploitasi sumber daya negara lain dengan dalih rekonstruksi pascaperang,” kata dia.
Ia juga mengecam rezim Israel yang dinilai memperkeruh perpecahan di kawasan. Menurutnya, banyak konflik tidak akan terjadi jika rezim ini tidak ada.
Dalam pidatonya itu, Nikzad meminta negara-negara di kawasan agar tidak mengizinkan wilayah mereka digunakan oleh Amerika Serikat atau Israel untuk aksi yang dapat mengganggu stabilitas kawasan. Ia juga menegaskan bahwa Iran tidak memiliki masalah dengan negara-negara tetangga dan menginginkan hubungan yang didasarkan pada saling menghormati.
“Iran selalu menekankan hubungan yang dilandasi rasa saling menghormati dengan negara-negara di kawasan, termasuk UEA, Oman, Qatar, Kuwait, Republik Azerbaijan, Pakistan, dan Afghanistan, serta memandang campur tangan pihak asing sebagai penyebab utama ketegangan,” katanya.
Halaman Selanjutnya
Menurutnya, Iran akan merespons secara tegas setiap tindakan bermusuhan.






