Nasional

Belum Ada Profesor yang Bantah

×

Belum Ada Profesor yang Bantah

Sebarkan artikel ini


Selasa, 23 Juni 2026 – 18:03 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Prabowo Subianto kembali melontarkan pernyataan keras terkait kebocoran kekayaan nasional yang menurutnya telah berlangsung selama puluhan tahun.


img_title


Prabowo Singgung Tambang Ilegal di RI: Seolah Nggak Ada Negara!

Di hadapan peserta Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, Prabowo mengungkap data yang menunjukkan ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia diduga mengalir ke luar negeri melalui praktik pelaporan perdagangan yang tidak sesuai kenyataan.

Prabowo menegaskan bahwa teori mengenai keluarnya kekayaan nasional yang pernah ia tulis belasan tahun lalu kini justru diperkuat oleh data internasional.


img_title


Prabowo Merasa Nyaman di Tengah NU: Dulu Tetangga Saya Keluarga Gus Dur, Eyang dari NU

“Saya sudah katakan dalam buku saya belasan tahun yang lalu dan belum pernah dibantah sampai hari ini. Belum ada profesor-profesor ekonomi yang bisa bantah saya, padahal saya bukan ahli ekonomi. Tapi angka adalah angka, matematik adalah matematik,” ujar Prabowo, dalam pidatonya di Bangkalan, Jawa Timur, Selasa 23 Juni 2026.

Menurut Kepala Negara, persoalan mendasar yang selama ini terjadi bukan sekadar lemahnya nilai tukar rupiah atau tekanan ekonomi global, melainkan terus mengalirnya kekayaan Indonesia ke luar negeri.


img_title


Prabowo Cerita Tutup 240 BUMN: Nggak Ada Untung, Rugi Terus!

“Saudara-saudara, apa yang saya sampaikan belasan tahun yang lalu yang terjadi di Indonesia ini adalah mengalir ke luar kekayaan bangsa Indonesia ke luar negeri,” kata dia.

“Dalam bahasa yang keren, bahasa Inggris, yang terjadi adalah net outflow of national wealth. Kekayaan nasional kita mengalir ke luar negeri,” lanjutnya.

Prabowo menyebut data yang diolah Dewan Ekonomi Nasional berdasarkan basis data perdagangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nations Comtrade) menunjukkan Indonesia sebenarnya menikmati surplus perdagangan dalam sebagian besar periode dua dekade terakhir.

“Kalau kita lihat selama 22 tahun, bangsa Indonesia sebagai bangsa sebenarnya telah untung, hanya 5 tahun kita tidak untung, agak kurang,” jelas dia.

“Tapi dari 22 tahun, 17 tahun kita untung, dan keuntungan kita adalah US$436 miliar selama 22 tahun,” katanya.

Namun, surplus tersebut dinilai tidak sepenuhnya dinikmati bangsa Indonesia karena sebagian besar keuntungan justru mengalir keluar negeri.

“Saudara-saudara sekalian, jadi kita lihat dari neraca itu, inflow-outflow. Kita lihat di sini selama 22 tahun uang yang keluar itu US$343 miliar. Jadi keuntungan 436, yang keluar 343. Yang tinggal adalah sedikit sekali dibandingkan yang keluar,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Prabowo kemudian mengibaratkan kondisi tersebut seperti tubuh yang terus kehilangan darah setiap hari.

Halaman Selanjutnya





Source link