Nasional

Gusi Sering Berdarah dan Bau Mulut? Hati-hati, Ini Tanda Karang Gigi Sudah Menumpuk!

×

Gusi Sering Berdarah dan Bau Mulut? Hati-hati, Ini Tanda Karang Gigi Sudah Menumpuk!

Sebarkan artikel ini


Selasa, 23 Juni 2026 – 15:10 WIB

Jakarta, VIVA Karang gigi sering dianggap sebagai masalah sepele dalam kesehatan mulut, padahal kondisi ini bisa menjadi awal dari berbagai gangguan serius pada gigi dan gusi. Karang gigi atau dental calculus terbentuk dari plak yang menumpuk dan mengeras akibat mineral dalam air liur. 


img_title


Gak Perlu Takut ke Dokter, Ini 3 Cara Merawat Gigi yang Paling Mudah dan Praktis

Plak sendiri merupakan lapisan lengket berisi bakteri, sisa makanan, dan saliva yang setiap hari terbentuk di permukaan gigi.

Jika tidak dibersihkan secara rutin, plak dapat mengeras hanya dalam beberapa hari hingga minggu dan berubah menjadi karang gigi yang menempel kuat pada gigi maupun garis gusi. Pada tahap ini, karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menyikat gigi, melainkan membutuhkan tindakan profesional seperti scaling oleh dokter gigi. 


img_title


Deretan Tren Perawatan Gigi Estetik yang Didukung Teknologi Modern di 2026

Kondisi ini sering tidak disadari hingga muncul gejala seperti bau mulut atau gusi berdarah. Berikut penyebab karang gigi menumpuk dan dampaknya yang perlu Anda waspadai, sebagaimana dirangkum dari Healthline, Selasa, 23 Juni 2026.

Penyebab Karang Gigi Menumpuk


img_title


4 Tren Perawatan Estetika Gigi di 2026, Aligner dan Veneer Jadi Primadona

1. Kebersihan gigi dan mulut yang kurang baik

Tidak menyikat gigi secara teratur atau tidak membersihkan sela gigi membuat plak terus menumpuk. Lama kelamaan, plak ini akan mengeras menjadi karang gigi yang sulit dihilangkan.

2. Konsumsi makanan tinggi gula dan karbohidrat

Makanan manis seperti permen, kue, dan minuman bersoda menjadi sumber makanan bakteri di mulut. Aktivitas bakteri ini mempercepat pembentukan plak yang kemudian mengeras.

3. Kebiasaan merokok

Rokok dapat mempercepat pembentukan karang gigi dan membuat warnanya lebih gelap. Selain itu, merokok juga menurunkan kemampuan alami mulut dalam membersihkan diri.

4. Produksi air liur yang rendah (mulut kering)

Air liur berfungsi membantu membersihkan sisa makanan dan bakteri. Ketika produksi air liur berkurang, plak lebih mudah menempel dan mengeras.

5. Struktur gigi yang tidak rata

Gigi yang berjejal atau memiliki celah sulit dibersihkan menjadi tempat ideal penumpukan plak. Area ini sering terlewat saat menyikat gigi.

6. Jarang melakukan pemeriksaan ke dokter gigi

Tanpa kontrol rutin, plak yang sudah terbentuk tidak terdeteksi dan dibiarkan mengeras menjadi karang gigi dalam jangka waktu tertentu.

Halaman Selanjutnya

Dampak Karang Gigi yang Menumpuk

Halaman Selanjutnya





Source link