Rabu, 6 Mei 2026 – 01:17 WIB
VIVA –Pertemuan lintas organisasi masyarakat (ormas) Islam di Sulawesi Selatan mendorong pertemuan dari sekadar ajang silaturahmi menjadi forum konsolidasi aksi nyata. Sejumlah pimpinan ormas Islam menegaskan pentingnya langkah konkret untuk menjawab persoalan umat, bukan berhenti pada pertemuan seremonial.
Pertemuan yang digelar di Aula Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, itu dihadiri berbagai organisasi besar seperti Majelis Ulama Indonesia Sulsel, Nahdlatul Ulama, hingga Wahdah Islamiyah. Ini merupakan pertemuan keempat setelah rangkaian diskusi sebelumnya di beberapa lokasi berbeda.
Salah satu sorotan utama dalam forum ini adalah dorongan agar kolaborasi lintas ormas tidak berhenti pada komitmen, tetapi diterjemahkan menjadi program bersama yang berdampak langsung membangun dan memberdayakan umat.
Ketua Umum DPP Ikatan Cendekiawan Alumni Timur Tengah, H. Mallingkai Ilyas, menegaskan bahwa ruang-ruang pertemuan harus menghasilkan gerakan konkret. Ia menawarkan sejumlah gagasan, mulai dari penguatan literasi umat hingga kegiatan massal yang melibatkan puluhan ribu peserta.
Dalam sesi pemaparan, Mallingkai Ilyas, menyampaikan selayang pandang organisasi ICATT yang berdiri sejak 15 Juli 1989 dan telah dipimpin oleh sejumlah tokoh agama terkemuka di Sulsel. Ia menegaskan bahwa ICATT sebagai organisasi intelektual memiliki lebih dari 1.000 anggota yang terdiri dari para pakar di berbagai bidang.
“ICATT siap berkolaborasi dengan seluruh ormas Islam. Kami siap memback-up gerakan literasi umat melalui penulisan buku tematik serta menghadirkan narasumber terbaik dalam membahas problematika keumatan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperbanyak ruang perjumpaan antar ormas islam sebagai upaya memperkuat ukhuwah, persatuan dan kerukunan. Silaturrahmi, menurutnya, perlu dilakukan secara rutin dan ormas islam menjadi tuan rumah secara bergiliran.
Salah satu ide yang mencuat adalah penyelenggaraan kegiatan berskala besar lintas ormas, seperti jalan sehat atau agenda bertema Tahun Baru Hijriah yang ditargetkan melibatkan puluhan ribu peserta. Gagasan ini dipandang sebagai upaya memperkuat kebersamaan sekaligus menunjukkan kekuatan kolektif umat.
Bukan tanpa alasan, Mallingkai Ilyas menyoroti kelompok kecil seringkali tampil dominan karena kelompok mayoritas cenderung diam. Oleh karena itu, ia mengusulkan adanya gerakan bersama yang melibatkan partisipasi luas umat.
Halaman Selanjutnya
“Salah satu gagasan yang kami tawarkan adalah gerakan jalan sehat atau apapun namanya, bisa juga ‘Hijratul Rasul’ dalam rangka menyambut Tahun Baru Hijriah, yang diikuti oleh 30.000 peserta dari berbagai ormas dan lembaga keagamaan di Sulawesi Selatan,” ungkapnya.






