Selasa, 19 Mei 2026 – 21:02 WIB
Jakarta, VIVA – Drama Korea Perfect Crown kembali menjadi sorotan publik setelah tim produksi dilaporkan mengedit beberapa adegan kontroversial yang sebelumnya menuai kritik terkait dugaan distorsi sejarah Korea.
Berdasarkan laporan yang dikonfirmasi pada 19 Mei, versi revisi Episode 11 telah diunggah ulang di sejumlah platform OTT seperti Wavve, Disney+, hingga kanal YouTube resmi drama tersebut. Langkah ini dilakukan setelah kritik publik terus meningkat sejak penayangan episode terkait. Scroll ke bawah untuk simak artikel selengkapnya.
Kontroversi terbesar dalam drama produksi MBC itu berpusat pada adegan penobatan Pangeran Ian yang diperankan oleh aktor Byeon Woo Seok. Dalam versi tayangan awal, muncul penggunaan istilah “Cheonse” dan “Cheoncheonse” saat prosesi penobatan berlangsung.
Istilah tersebut diketahui secara historis lebih sering digunakan untuk negara bawahan atau kerajaan vasal, bukan untuk penguasa kekaisaran. Banyak penonton dan pakar sejarah menilai seorang kaisar seharusnya menerima penghormatan “Manmanse,” yang dianggap lebih sesuai dengan status penguasa berdaulat Korea pada masa itu.
Setelah kritik membesar, tim produksi akhirnya menghapus bagian audio yang memuat istilah kontroversial tersebut dalam versi terbaru. Tidak hanya itu, subtitle bertuliskan “Cheoncheonse” juga ikut dihilangkan dari tayangan OTT yang telah diperbarui. Meski begitu, masih ada detail lain yang belum disentuh dalam proses revisi.
Salah satu adegan yang tetap dipertahankan adalah penggunaan guryumyeonryugwan atau mahkota seremonial sembilan untaian yang dikenakan karakter Pangeran Ian. Penonton menilai mahkota tersebut identik dengan simbol bawahan Kekaisaran China, bukan simbol kaisar Korea yang seharusnya menggunakan mahkota dua belas untaian.
Hal itu kemudian memicu kembali perdebatan terkait isu Northeast Project China dan kekhawatiran publik mengenai penggambaran kedaulatan sejarah Korea dalam industri hiburan.
Kontroversi Perfect Crown sendiri tidak hanya berhenti pada adegan penobatan. Beberapa episode sebelumnya juga sempat menuai kritik karena dianggap memasukkan unsur budaya teh bergaya China serta desain kostum yang dinilai tidak akurat secara historis.
Di tengah polemik tersebut, aktris sekaligus penyanyi IU dan Byeon Woo Seok sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf secara pribadi kepada publik. Keduanya mengaku kurang berhati-hati dalam memahami konteks sejarah saat mempersiapkan proyek drama tersebut.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Perfect Crown resmi menayangkan episode terakhirnya pada 16 Mei lalu dengan rating cukup tinggi. Namun, meski drama telah tamat, kontroversi terkait penggambaran sejarah tampaknya masih akan terus menjadi bahan diskusi panas di kalangan penonton dan komunitas online.






