Selasa, 5 Mei 2026 – 10:42 WIB
Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan di pasar spot hari Selasa, 5 Mei 2026 pukul 10.17 WIB, ditransaksikan di level Rp 17.430 per dolar AS.
Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi memperkirakan, nilai tukar rupiah pada pekan ini kemungkinan besar benar-benar bakal mencapai ke level Rp 17.550 per dolar AS.
“Tentang rupiah yang mengalami pelemahan sudah di atas Rp 17.400, target saya sendiri dalam minggu ini adalah di Rp 17.550, kemungkinan besar akan tercapai,” kata Ibrahim kepada awak media, Selasa, 5 Mei 2026.
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS
Dia menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah konflik Selat Hormuz yang kembali pecah, dengan terjadinya serangan dari Amerika Serikat (AS) terhadap pasukan Iran di Selat Hormuz.
Hal itu terjadi setelah sebelumnya Presiden AS, Donald Trump, menginstruksikan Angkatan Laut AS yang berada di Laut Oman untuk melakukan penguasaan terhadap Selat Hormuz yang sebelumnya dikuasai oleh Iran.
Bahkan, Trump sendiri sudah mengatakan bahwa pasukan Amerika itu seperti bajak laut. Artinya, kapal-kapal yang keluar dari Selat Hormuz akan mereka bajak dan kuasai, sehingga Iran mengalami kerugian hampir di atas US$5 miliar.
Di sisi lain, Trump juga ingin agar kapal-kapal yang saat ini tersendat di Selat Hormuz bisa kembali berlayar normal, dan mereka bisa keluar masuk ke laut internasional tanpa dikenakan biaya sama sekali.
“Ini yang membuat ketegangan terbaru karena ada lebih dari lima kapal perang kecil Iran yang dibombardir dan hancur. Ini membuat ketegangan tersendiri di Timur Tengah,” ujarnya.
Selain itu, lanjut Ibrahim, faktor lainnya yang turut melemahkan rupiah adalah serangan drone Ukraina ke kilang-kilang minyak Rusia, yang mengakibatkan produksi kilang-kilang minyak itu mengalami penurunan sekitar 10 persen. Sehingga, hal ini berdampak terhadap penguatan harga minyak mentah baik grain maupun WTI crude oil.
“Ini hal-hal dari segi eksternal yang membuat rupiah mengalami pelemahan yang cukup signifikan,” ujarnya.
400 Data Angkatan Laut AS Diretas! Hacker Iran Kirim Ancaman Mencekam
Kelompok hacktivis pro-resistensi asal Iran yang menamakan diri Handala mengklaim berhasil membobol database US Navy dan mendapatkan data sensitif milik 400 marinir
VIVA.co.id
5 Mei 2026






