Selasa, 5 Mei 2026 – 06:18 WIB
VIVA – Gelaran MilkLife Soccer Challenge Banjarmasin Seri 2 2025–2026 sukses memunculkan para juara baru. Turnamen yang berlangsung di Green Yakin Soccer Field pada 30 April hingga 3 Mei ini menghadirkan persaingan sengit di kategori usia dini sepak bola putri.
Di kategori KU 10, SDN Pagatan Besar tampil sebagai kampiun usai menundukkan SDN Sungai Andai 4 dengan skor tipis 1-0. Sementara di KU 12, SDN Sungai Lulut 1 berhasil naik podium tertinggi setelah mengalahkan SDN Telaga Biru 1 dengan skor identik, 1-0.
Turnamen ini diikuti 661 peserta dari 49 SD dan MI di wilayah Banjarmasin dan sekitarnya. Mereka terbagi dalam 62 tim, terdiri dari 30 tim KU 10 dan 32 tim KU 12, menandakan tingginya antusiasme terhadap sepak bola putri di daerah tersebut.
Wakil Gubernur Kalimantan Selatan, Hasnuryadi Sulaiman, turut hadir menyaksikan partai final. Ia menyebut turnamen ini sebagai langkah penting dalam menjawab minimnya kompetisi bagi pesepak bola putri di daerah.
“Ini momentum untuk mencari bibit-bibit terbaik. Sepak bola putri punya potensi besar untuk berprestasi di masa depan,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Direktur PT Bayan Resources Tbk, Merlin, yang mengapresiasi tingginya partisipasi peserta pada edisi perdana di Banjarmasin. Ia menilai ajang ini tak sekadar kompetisi, tetapi juga sarana pembentukan karakter dan disiplin sejak usia dini.
Sementara itu, pelatih kepala program, Jacksen F Tiago, menegaskan pentingnya keberlanjutan kompetisi untuk mengembangkan sepak bola putri. Menurutnya, Kalimantan memiliki potensi besar yang perlu terus diasah melalui pembinaan berjenjang.
Sebagai bagian dari proses tersebut, sekitar 25 pemain terbaik hasil seleksi turnamen ini akan mengikuti program latihan intensif guna dipersiapkan menuju ajang All-Stars tingkat nasional.
Di lapangan, duel final berlangsung ketat. Pada KU 10, SDN Pagatan Besar memastikan kemenangan lewat gol tunggal Miftahul Gina pada menit ke-27. Sementara di KU 12, SDN Sungai Lulut 1 mencuri kemenangan berkat gol spektakuler Ade Septiyana Putri dari luar kotak penalti di menit ke-8.
Atmosfer pertandingan pun terasa hidup dengan dukungan penuh dari para orang tua dan suporter yang memadati sisi lapangan, menambah semarak persaingan para srikandi muda.
Halaman Selanjutnya
Keberhasilan turnamen ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan sepak bola putri di Kalimantan Selatan. Dengan pembinaan yang konsisten, bukan tak mungkin daerah ini akan melahirkan talenta-talenta baru yang siap bersaing di level nasional bahkan internasional.






